-MEREKA ADALAH TERORIS!-

Sungguh suatu kedustaan dan penipuan terhadap umat yang
sangat besar yang dilakukan oleh salah seorang aktor Bom
Bali, Imam Samudra, di dalam bukunya “Aku Melawan Teroris”. Dengan itu ia hendak membalik opini agar aksi teror bom Bali yang ia lakukan menjadi benar dan patut didukung.

Di samping itu upaya justifikasi terhadap berbagai aksi teror dan terhadap para teroris yang dilakukan oleh para neo-khawarij sedemikian gencar dipropagandakan kepada umat. Sehingga umat digiring opininya untuk melihat dan mengakui bahwa Salman Al ‘Audah, Safar Al Hawali, Usamah bin Laden, Aiman Azh Zhawahiri, dan para tokoh teras neo-khawarij lainnya, adalah sebagai ‘ulama, mujahid, dan pahlawan yang harus didengar dan diikuti fatwa-fatwanya. Padahal jelas-jelas dengan tegas Rasulullah telah menyatakan bahwa para khawarij/teroris itu sebagai anjing-anjing jahannam.

* Teror Fisik, dalam bentuk tindakan-tindakan anarkhis, penculikan, pembunuhan, peledakan,… dst, sehingga umat menjadi ketakutan dan kehilangan rasa aman. Ini merupakan tindakan yang keji dan kejam.
* Perbuatan mereka yang lebih kejam adalah teror jenis kedua, yaitu Teror Pemikiran. Yaitu dalam bentuk berbagai macam kedustaan, kebatilan, kesesatan, dan kebid’ahan yang mereka tebarkan dalam bentuk selebaran, buku-buku, orasi-orasi, …. dan segala jenisnya yang mengandung provokasi terhadap umat. Sehingga tersebarlah kebatilan, kerusakan, fitnah, dan kebid’ahan bahkan kekufuran di muka bumi secara luas dan merata. Kalau teror fisik korbannya dalam bentuk terbunuhnya jiwa, hilangnya harta, dan rusaknya fasilitas, maka teror pemikiran lebih kejam lagi, berupa matinya hati, sesatnya aqidah, serta lahirnya teroris-teroris ekstrim yang keji dan kejam dengan lebih banyak lagi.

Dua jenis teror inilah yang terus dilakukan oleh musuh-musuh Islam –-baik dari kalangan kuffar ataupun ahlul bid’ah dan kesesatan— kepada umat Islam.

Sungguh Islam adalah rahmat bagi alam semesta. Datang dengan membawa misi mulia, yaitu mengeluarkan umat manusia dari kegelapan kepada cahaya. Mengeluarkan manusia dari kegelapan kekufuran, kesyirikan, dan kebid’ahan kepada cahaya iman, tauhid, dan sunnah. Menyelamatkan manusia dari ancaman jahannam kepada sejuknya Al Jannah yang penuh kenikmatan dan kelezatan.

Misi agung dan besar Islam ini tidak bisa dilakukan dengan cara-cara paksaan, anarkhis, dan kekerasan, seperti demonstrasi, intimidasi, anarkhisme, tawuran, pembunuhan, penculikan, peledakan, dll. Tapi dilakukan dengan cara da’wah yang ditegakkan di atas hikmah dan bashirah sebagaimana yang diajarkan oleh Rasulullah . Demikian juga jihad dalam Islam, itu dilakukan seiring dengan misi da’wah ini kepada manusia, yaitu ketika didapati di jalan da’wah ini pihak-pihak yang menghalangi dan menentang, serta terus menerus di atas kekufuran dan kesyrikan. Jihad dilakukan dalam rangka meninggikan Kalimatullah di muka bumi, serta merendahkan kekufuran di muka bumi. Jihad memiliki bumi, serta merendahkan kekufuran di muka bumi. Jihad memiliki syarat-syarat, aturan-aturan dan etika-etika yang harus dipenuhi. Sehingga jihad sama sekali tidak sama dengan teror. Jihad bukan teror dan teror bukan jihad.

Sekali lagi, apa yang sekarang diterbarkan di tengah-tengah umat –-khususnya kepada para pemuda yang memiliki semangat tinggi— oleh tokoh-tokoh teroris itu, adalah suatu kebatilan dan kesesatan.

Untuk itu, kami merasa terpanggil untuk menjelaskan kepada umat tentang bebagai macam kebatilan dan kesesatan serta kedus-taan yang terdapat di dalam buku “Aku Melawan Teroris” sekaligus bantahan dan peringatan atas kesesatan penulisnya dan tokoh-tokoh teroris di belakangnya. Hal ini sebagai upaya dari kami untuk menjalankan firman Allah :

و ذكر فإن الذكرى تنفع المؤمنين

“Dan tetaplah memberi peringatan, karena sesungguhnya peringatan itu bermanfa’at bagi orang-orang yang beriman”. [Adz Dzariyat: 55]

Serta hadits yang dibawakan oleh Tamim Ad Dari , bahwa Rasulullah bersabda:

الدِّيْنُ النَّصِيْحَةُ، الدِّيْنُ النَّصِيْحَةُ، الدِّيْنُ النَّصِيْحَةُ. قٌلْنَا : لِمَنْ يَا رَسُوْلَ اللهِ؟ قَالَ للهِ، وَ لِكتِاَبِهِ، وَ لِرَسُوْلِهِ، وَ لأَئِمَّةِ المُسْلِمِينَ وَ عَامَّتِهِمْ

“Agama ini (didirikan di atas) nasehat, Agama ini (didirikan di atas) nasehat, Agama ini (didirikan di atas) nasehat. Para shahabat bertanya: “Untuk siapa wahai Rasulullah?” Beliau menjawab: “Untuk Allah, untuk Kitab-Nya, untuk Rasul-Nya, serta untuk para pemimpin kaum muslimin dan untuk keumuman kaum muslimin”. [HR. Muslim, dan Al Bukhari secara mu’allaq]

Kita bersyukur kepada Allah yang tidak membiarkan satu kesesatanpun yang mengatasnamakan agama-Nya kecuali pasti Allah bongkar kedoknya. Tidaklah sekecil apapun makar yang diperbuat oleh ahli kebatilan, walaupun secara samar, kecuali pasti Allah tampakkan. Tidak ada sesulit apapun syubhat yang mereka tebarkan di tengah-tengah umat ini kecuali pasti Allah datangkan bantahannya. Allah berfirman:

و لا يأونك بمثل إلا جئناك بالحق و أوحسن تفسيرا

“Tidaklah mereka datang kepadamu dengan membawa kebatilan kecuali Kami datangkan kepadamu suatu yang benar dan yang paling baik penjelasannya”. [Al Furqan: 33]

Dan kita bersyukur pula kepada Allah yang telah melahirkan dan membangkitkan para ‘ulama pada setiap masa yang senantiasa siap siaga membentengi agama ini, membungkam dan mematahkan kebatilan dan bi’dah serta upaya penyelewengan dari agama Islam hingga masa ini. Telah muncul nama-nama ‘ulama besar yang mengemban tugas mulia tersebut, di antaranya: Asy Syaikh Al ‘Allamah ‘Abdul ‘Aziz bin Baz, Asy Syaikh Al Muhaddits Al Albani, Asy Syaikh Faqihul ‘Ashr Al ‘Utsaimin, Asy Syaikh Al Muhaddits Muqbil bin Hadi, Al ‘Allamah Rabi’ bin Hadi, …dll .
…………
Dalam pemilihan dan penggunaan kata yang ada dalam buku ini, mungkin bagi sebagian pembaca kata-kata tersebut terasa terlalu keras dan pedas. Maka untuk itu kami pun mohon ma’af. Namun hal itu harus kami lakukan, mengingat betapa jahatnya kebatilan dan kesesatan yang mereka tebarkan kepada umat. Juga mengingat betapa kejinya ucapan mereka di dalam mencaci maki sunnah dan betapa kejinya ucapan mereka di dalam mencaci maki sunnah dan para ‘ulama Ahlus Sunnah Wal Jama’ah. Lebih dari itu semua, inilah cara dan manhaj serta sikap yang diajarkan dan dicontohkan oleh Rasulullah , sang uswatun hasanah bagi umatnya, —yang kita harus dan wajib untuk mengikuti dan mencontoh beliau— yaitu tegas dan keras dalam menyikapi dan menghadapi kebatilan dan kesesatan beserta tokoh-tokohnya. Baik secara umum maupun khusus, —yang Insya Allah para pembaca dapat melihat pada tempatnya— Hal ini adalah agar umat benar-benar waspada dan menyadari betapa jahatnya kebatilan dan kesesatan yang mereka propagandakan itu. Oleh karena itu, penulis berharap agar para pembaca sekalian hendaknya bisa menilai dan menyikapi hal ini dengan adil dan sikap yang ilmiah bukan dengan perasaan dan emosi belaka.

Pembaca yang budiman,….
Kejadian attack WTC dan Pentagon AS demikian juga Bom Bali di Indonesia sungguh sangat menghebohkan dunia internasional. Kejadian itu benar-benar menjadi alasan kuat bagi dunia Barat yang kafir untuk memberikan gelar kepada Islam sebagai teroris. Kejadian itu mengundang polemik yang berkepanjangan di tengah-tengah umat.

Sebagian pihak menyatakan bahwa kejadian WTC dan Pentagon itu di lakukan oleh Usamah bin Laden dengan jaringan Al Qaeda-nya. Inilah opini yang di blow-up oleh AS melalui segenap jaringan media massanya yang tersebar di seluruh dunia. Hal ini diperkuat dengan kebanggaan yang ditampakkan oleh Usamah bin Laden atas kejadian tersebut.

Pro dan kontra di tubuh umat Islam sendiri pun muncul menyikapi hal ini. Sebagian kagum dan bangga terhadap Usamah, dan menganggap dia sebagai pahlawan dan mujahid. Sebagian lagi tidak setuju dan menentang keras hal tersebut.
Sebagian pihak lagi menyatakan bahwa kejadian WTC dan Pentagon itu murni merupakan rekayasa AS. Pihak ini pun memiliki sekian bukti yang menguatkan hal itu, mulai dari dokumen-dokumen, indikasi-indikasi yang terjadi seputar kejadian, saksi-saksi, …dll. Yang dengan itu mereka berkeyakinan bahwa Usamah merupakan agen AS yang sengaja dipasang untuk mengelabuhi dunia. Rekayasa ini sengaja digelar oleh AS sebagai sebuah skenario besar upaya AS menebarkan opini bahwa Islam adalah teroris, yang dengan itu ia mendapat pengesahan dan legalitas untuk memerangi Islam dan muslimin.

Demikian juga Bom Bali. Disebut-sebut bahwa Al Jama’ah Al Islamiyyah (JI) ada di balik ini semua. Disinyalir bahwa Imam Samudra dan para pelaku lainnya punya hubungan dengan JI. Yang otomatis beberapa tokoh Islam di negeri ini pun juga tersangkut dengan bom Bali tersebut. Di sisi lain, dengan tegas Imam Samudra mengaku bertanggung jawab atas kejadian tersebut. Bahkan dia bangga dengan perbuatannya itu dan meyakininya sebagai jihad. Sebagian umat Islam pun ada yang terpesona dan kagum dengan ‘kepahlawanan’ Imam Samudra, terlebih setelah munculnya buku “Aku Melawan Teroris”. Mereka kagum dan bangga dengan sikap juang dan keberanian Imam Samudra dalam menyuarakan kebenaran, yaitu jihad melawan AS.

Sebagian pihak lagi menyatakan bahwa bom Bali itu juga merupakan rekayasa AS. JI itu hanyalah ‘hantu’ bikinan Amerika saja. Mereka memiliki sekian banyak bukti yang menguatakan hal ini. Kenapa AS melakukan rekayasa itu, sekian banyak analisa dan prediksi dalam menjawab hal ini. Kemudian menyikapi pengakuan tegas dari pihak Imam Samudra, ada yang menyatakan bahwa itu semata-mata merupakan sikap kepahlawanan dari Imam Samudra dan teman-temannya. Ada pula yang menyatakan bahwa Imam Samudra dan yang lainnya itu tidak lain hanyalah agen dan orang-orang bayaran AS. Masih banyak lagi asumsi, pendapat, analisa, dan pandangan tentang kasus ini.

Namun yang jelas buku “Mereka Adalah Teroris” bukan untuk membuktikan mana di antara analisa di atas yang benar. Yang menjadi masalah adalah:

* Usamah bin Laden mendukung dan bangga terhadap aksi 11 Septemberi 2001 itu.
* Imam Samudra telah mengaku sebagai pelaku aksi bom Bali dan bertanggung jawab penuh bahkan berbangga dengan itu.
* Aksi tersebut mereka atas namakan agama, yaitu mereka yakini itu sebagai jihad.
* Bahkan mereka meyakini bahwa demontrasi, penculikan, intimidasi, anakhis, peledakan, teror,…dst merupakan ibadah dan jihad melawan AS dan sekutunya yang mereka justifikasi dengan dalil-dalil agama.
* Mereka telah memperluas musuh, yaitu semua yang berhubungan, setia, dan bersikap baik terhadap AS dan sekutunya adalah musuh yang harus dan wajib diperangi dengan cara-cara tersebut di atas.
* Mereka menyatakan bahwa semua jenis orang kafir adalah musuh yang harus diperangi.
* Mereka mengajak dan memprovokasi umat untuk ikut meyakini keyakinan tersebut. Hal ini mereka lakukan dengan memutarbalikkan nash-nash syari’at dan memutarbalikkan fakta dan data, bahkan tak jarang disertai dengan kedustaan.

Itu semua adalah aqidah dan pemikiran sesat, yang sebenarnya merupakan aqidah dan pemikiran khawarij yang sangat berbahaya bagi umat ini. Karena itu buku ini kami tampilkan sebagai nasehat dan peringatan terhadap umat dari bahaya yang sangat besar tersebut. Di satu sisi kita harus menegaskan bahwa Islam bukan agama terorisme dan mengingkari berbagai tuduhan yang dilontarkan oleh pihak-pihak kafir dalam hal ini. Di sisi lain, kita juga menyatakan bahwa aksi peledakan, anarkhis, pembunuhan, peledakan, bom bunuh diri termasuk juga peledakan WTC dan bom Bali adalah murni tindakan teror yang tidak dibenarkan oleh Islam dan sama sekali bukan jihad. Kita mengingkari siapa saja yang menjustifikasi perbuatan-perbuatan tersebut.

Dan kami menegaskan, bahwa nasehat dan peringatan kepada umat dari bahaya kebatilan dan para pengusungnya yang kami lakukan melalui tulisan ini merupakan ‘ibadah, karena inilah yang telah Allah perintahkan kepada Rasul-Nya:

يا أيها النبي جاهد الكفار و المنافقين و اغلظ عليهم و مأواهم النار و بئس المصير

“Wahai Nabi, berjihadlah melawan orang-orang kafir dan munafiq dan bersikap keraslah terhadap mereka. Tempat mereka adalah Jahannam dan itulah seburuk-buruk tempat kembali”. [At Taubah: 73]

Semoga apa yang kami tuliskan ini bisa bermanfaat bagi umat Islam, dan Allah mencatatnya sebagai amal shalih yang diterima di sisi-Nya.

و صلى الله علىسيدنا محمد و على آله
وصحبه و سلم

Sumber: http://www.merekaadalahteroris.com/mat/?p=20

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s