Indahnya memahami agama

Allah subhanahu wa ta’ala dalam sebuah ayat-Nya mengingatkan kita sebagian dari nikmat – nikmat-Nya kepada kita : Dia [Allah] menciptakan bagi kalian pendengaran, penglihatan, dan kalbu – kalbu. Namun, dalam ayat yang lain Allah Ta’ala sebutkan Dan sedikit saja diantara hamba – hamba-Ku yang bersyukur.

Saudaraku sekalian, diantara bentuk syukur-sebagaimana yang disebutkan oleh Ibnul Qoyyim-adalah taat dan tunduk [yaitu kepada aturan – aturan agama]. Bagaimana kita tunduk dan patuh kepada syariat Islam? Ini yang perlu kita pelajari dengan baik dan kita meluangkan sebagian waktu kita untuk belajar tentang Islam. Kalau kita telah menghabiskan waktu sejak kecil sampai tumbuh dewasa selama sekian tahun duduk di bangku sekolah mempelajari ilmu keduniaan, mari kita berkaca pada diri kita tentang waktu yang kita gunakan untuk belajar agama. Memang, tidak dipungkiri adanya materi pelajaran agama di sekolah namun berapa jam dalam sepekan porsi pelajaran agama tersebut? Cukupkah memenuhi kebutuhan kita untuk memahami Islam dengan baik?!

Mungkin sebagian kita berpandangan agama hanya membahas seputar sholat, zakat, puasa, dan haji. Ketika sudah tersibukkan dengan aktivitas keduniaan, dia tidak peduli apakah yang dilakukan sesuai dengan perintah Allah atau justru bertentangan. Mungkin dia lupa bahwa Islam telah mengatur kehidupan kita secara mendetail agar seluruh berjalan sesuai tuntunan syariat. Sebagai contoh, betapa banyak dari kaum muslimin yang terjerumus ke dalam praktek kesyirikan dan perdukunan, dan sebagian lain terlena dengan riba. Sebagian lain demi mendapatkan proyek dan pekerjaan melakukan praktek suap – menyuap.

Saudaraku sekalian, apakah kita rela terseret arus yang munuju kepada kebinasaan? Padahal Allah jauh- jauh hari telah mengingatkan kita Kalau kamu mengikuti kebanyakan penduduk bumi maka mereka akanmenyesatkan kamu dari jalan Allah. Seorang ulama pernah mengungkapkan Tidak perlu heran dengan orang yang binasa/tersesat bagaimana dia sampai tersesat, akan tetapi yang sunggguh mengherankan adalah seorang yang selamat bagaimana caranya menyelamatkan dirinya.

Beberapa anjuran untuk belajar agama

1. Katakanlah[wahai Nabi]: Wahai Rabb[tuhan]ku tambahkanlah ilmu kepadaku. (Thaha 114)

Para ulama mengatakan bahwa tidaklah Allah memerintahkan nabi-Nya untuk meminta suatu tambahan kecuali tambahan ilmu.

2. Katakanlah [wahai Nabi] Tidaklah sama antara orang yang berilmu dan orang yang tidak berilmu ( Az Zumar 9)

3. Allah mengangkat orang yang beriman diantara kalian dan yang berilmu dengan beberapa derajat. (Al Mujadilah 11)

4. Barangsiapa Allah kehendaki kebaikan baginya maka Allah akan menjadikan dia faqih/paham dalam masalah agama. (HR.Bukhari Muslim). Syaikh Al Albani membawakan penafsiran sebagian salaf terkait dengan pengertian faqih disini yaitu seorang yang zuhud dalam urusan dunia, senang dengan urusan akhirat, faham terhadap agama, dan senantiasa beribadah kepada Allah.

5. Barangsiapa meniti sebuah jalan dalam rangka mencari ilmu maka Allah akan mudahkan dia jalan menuju surga dengan sebab pencariannya kepada ilmu  tersebut. (HR.Muslim). Imam An Nawawi menjelaskan bahwa dalam hadits ini ada keutamaan menyibukkan diri dengan ilmu dan bahwa yang dimaksud adalah ilmu agama dengan syarat seseorang berniat ikhlas mencari wajah Allah Ta’ala. Sebagian yang lain menjelaskan bahwa meniti sebuah jalan untuk mencari ilmu mencakup makna bahwa seseorang benar – benar menempuh suatu perjalanan-baik dekat maupun jauh-untuk mencari ilmu dan mencakup pula makna seseorang membaca, menghafal, menelaah, menulis, dsb.

6. Sesungguhnya seorang pencari ilmu akan dinaungi para malaikat dengan sayap – sayap mereka karena ridha dengan apa yang mereka cari. (HR.Ahmad dan Syaikh Al Albani menghasankannya)

7. Tidaklah berkumpul suatu kaum di salah satu masjid Allah untuk membaca Al Quran dan saling mempelajarinya diantara mereka kecuali pasti akan dinaungi malaikat, dan akan turun ketenangan jiwa  kepada mereka, serta akan dilingkupi oleh rahmat-Nya dan Allah akan menyebutkan mereka diantara malaikat yang ada di sisi-Nya. (HR.Muslim). Imam Nawawi menjelaskan bahwa disamakan dengan masjid dalam hal ini madrasah dan semisalnya yang disitu diajarkan ilmu.

8. Kalau seorang mati maka terputus amalnya kecuali tiga hal : (dantaranya) ilmu yang bermanfaat. (HR.Muslim) Syaikh Ibn ‘Utsaimin menyimpulkan bahwa ilmu akan kekal dan harta akan binasa.

Syaikh Ibn ‘Utsaimin menjelaskan-sebagaimana telah ditegaskan pula oleh Imam Nawawi di atas-yang dimaksud dengan keutamaan “ilmu” dalam ayat – ayat dan hadits – hadits yang tersebut diatas adalah ilmu tentang syariat Islam/ ilmu agama karena inilah yang diwariskan oleh para nabi. Adapun terkait dengan urusan dunia, nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mengatakan Kalian lebih tahu tentang urusan dunia kalian (HR. Muslim).  Dan bukan berarti ilmu keduniaan tidak bermanfaat, bahkan banyak manfaatnya seperti ilmu kedokteran misalnya. Imam Syafi’i mengatakan bahwa di bawah ilmu agama tidak ada yang lebih bermanfaat dibanding ilmu thibb(kedokteran dan kesehatan).Artinya, ilmu kedokteran termasuk ilmu keduniaan yang paling bermanfaat namun ilmu agama keutamaannya jauh lebih banyak.

Sebagai penutup, marilah berusaha menjadi hamba-Nya yang bersyukur kepada Zat yang telah menjadikan ada dari sebelumnya tidak ada, yang memberi nikmat tiada terhitung siang dan malam dengan memurnikan tauhid kepada-Nya serta tunduk dan patuh kepada syariat-Nya yang itu semua bisa kita buka dengan sebuah kunci : belajar dan belajar.

Maka, kalau pemerintah mencanangkan wajib belajar 9 tahun atau 12 tahun maka terkait dengan urusan agama, mari kita canangkan wajib belajar seumur hidup sampai ajal menjemput kita.

dikutip dari: assunnahmadiun.wordpress.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s