Renungan

Alhamdulillah, sebagi makhluq ciptaan Allah kita patut bersyukur atas segala limpahan nikmat dan karunia yang bisa kita rasakan hingga sekarang ini. Sholawat salam mudah mudahan selalu menjadi doa untuk Rosul utusan terakhir sebagai penyempurna, Rosulullah Muhammad Sallallahu ‘alaihi wa sallam. Teman, tak terasa perjalanan hidup kita semakin pendek. Artinya semakin hari, kita semakin dituntut untuk berbuat yang lebih baik dan berguna bagi orang lain untuk bekal kita kelak. Bekal perjalanan yang tiada akhir, perjalanan abadi semua makhluk-Nya. Aku merasa baru kemarin bulan puasa, eh sekarang tau tau

udah kurang dari sebulan lagi kita akan menemui bulan yang penuh rahmah, bulan yang penuh barokah sebagai tempat kita beramal dan latihan menjaga segala hal yang tidak baik. Sesungguhnya semua manusia, saya maupun teman temanku, pasti melakukan kesalahan walaupun itu sedikit. Hal yang tidak bisa dan tidak mungkin kita hindari lagi, akan tetapi kita masih diberi kesempatan untuk bisa membenahi diri masing-masing. Setidaknya kesalahan yang kita lakukan menjadi lebih sedikit, lebih kecil frekuensinya. Dan hal itu bisa kita amalkan bila kita selalu meyakini dengan seyakin yakinnya bahwa semua perbuatan kita tak lepas dari pandangan sang maha Esa yang tiada punya rasa kantuk sedikitpun. Perbuatan baik macam apa yang sudah kita lakukan, sehingga kita merasa sudah berbuat baik. Saudaraku semua, saya bukanlah yang terbaik, saya juga bukan orang yang sedikit salahnya, namun hendaknya kita menjadi yang pertama melakukan kabaikan terlebih dahulu sebelum orang lain melakukannya. Dengan perbuatan itu tentu dalam kehidupan yang kita arungi akan terasa hikmat karena saling bersaing dalam melakukan kebaikan. Sebagaiman termaktub dalam mukjizat yang diturunkan oleh Allah kepada Rosulullah Muhammad Sallallahu ‘alaihi wa sallam

“Maka berlomba-lombalah (dalam membuat) kebaikan. Di mana saja kamu berada pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian (pada hari kiamat). Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.” -Albaqoroh:148-

Tiada yang mustahil bagi-Nya, Dia yang Maha Mengetahui apa yang tidak kita (Makhluq) ketahui, Dia lah yang mengatur segalanya, Dia tidak membutuhkan amal kebaikan kita akan tetapi kitalah yang membutuhkannya. Tidak sedikitpun Kekuasaan Allah terpengaruh oleh kita, meskipun semua makhluq di dunia ini kafirrr…maka Allah tidak goyah dari singgasanaNya. Ingatlah, dunia ini tempat segala hambatan bagi kita, dunia ini sebagai ujian untuk kita. Allah hendak menguji makhluqnya yang paling mulia ini, siapa yang berhasil melalui ujian ini dengan baik, maka kelak akan mendapatakan kesegarannya, di tempat yang kekal abadi. Setiap waktu yang berjalan tidak akan bisa kembali mundur, setiap yang kita kerjakan akan tecatat dengan rapi dan tidak bisa di edit lagi, semua sudah tertera. Insya Allah jika kita sungguh sungguh pasti berhasil. Tidak semudah membalikkan telapak tangan, jika kita ingin kasih sayang Allah maka kita harus pandai berbuat sesuai perintah-Nya dan meninggalkan apa yang dilarang-Nya.
Terima kasih dan saya sangat bersyukur jika kita saling mengingatkan, bukankah kita sebagai seorang muslim seperti bangunan yang saling menguatkan satu sama lain? Mari kita berbuat semampunya untuk mengemban perintah dan meninggalkan larangan Allah Azza wa Jalla.
Wallahu ta’ala a’lam
Barokallahu fiikum

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s