Hukum Qashar Sholat Bagi Musafir

Dalil-dalil yang datang dari sunnah Rasulullah shallallohu ‘alaihi wasallam,menunjukkan wajib bagi seorang musafir mengqashar shalat selama dalam perjalanan.

Diantara yang menunjukkan wajibnya mengqashar shalat adalah hadits Ibnu Umar radiallohu anhu, bahwa Beliau berkata: Aku menemani Rasulullah shallallohu ‘alaihi wasallam, dalam perjalanan safar dan Beliau tidak mengerjakan lebih dari dua rakaat hingga Allah mewafatkannya, dan aku menemani Abu Bakar radiallohu anhu, dan Beliau tidak mengerjakan lebih dari dua rakaat hingga Allah mewafatkannya, dan aku menemani Umar radiallohu anhu, maka Beliau tidak mengerjakan lebih dari dua rakaat hingga Allah mewafatkannya, dan aku menemani Utsman radiallohu anhu, dan Beliau tidak mengerjakan lebih dari dua rakaat hingga Allah mewafatkannya. Sungguh Allah subhaanahu wata’aala,telah berfirman:

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ

“Sesungguhnya telah ada pada Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (HR.Bukhari (1051), Muslim (689), dari Ibnu Umar. Lafazh hadits ini berdasarkan riwayat Muslim.)

(QS. Al-Ahzab: 21)

Demikian pula yang disebutkan oleh Aisyah radhiallahu anha bahwa Beliau berkata:

فَرَضَ الله الصَّلَاةَ حين فَرَضَهَا رَكْعَتَيْنِ رَكْعَتَيْنِ في الْحَضَرِ وَالسَّفَرِ فَأُقِرَّتْ صَلَاةُ السَّفَرِ وَزِيدَ في صَلَاةِ الْحَضَرِ

“Allah subhaanahu wata’aala, tatkala mewajibkan shalat berjumlah dua raka’at dua raka’at ketika mukim dan safar, lalu ditetapkan pada shalat safar dan ditambah pada shalat mukim” (HR. Bukhari (343), Muslim (685)

Demikian pula perkataan Umar bin Khatthab radiallohu anhu:

صَلاةُ السَّفَرِ وَصَلاةُ الْفِطْرِ وَصَلاةُ الأَضْحَى وَصَلاةُ الْجُمُعَةِ رَكْعَتَانِ تَمَامٌ غَيْرُ قَصْرٍ عَلَى لِسَانِ نَبِيِّكُمْ

“Shalat safar, shalat idul fitri, shalat idul adha dan shalat jum’at berjumlah dua raka’at, sempurna dan tidak kurang berdasarkan ucapan Nabi kalian shallallohu ‘alaihi wasallam, (HR. An-Nasaai (1440), Ibnu Majah (1072), Ibnu Khuzaimah (2/340), Ibnu Hibban (2783,Al-Ihsan), Al-Baihaqi (3/200). Hadits ini dishahihkan Al-Albani dalam Shahih Ibnu Majah 878).

Pendapat wajibnya mengqashar shalat ini dikuatkan oleh Abu Hanifah dan Ibnu Hazm rahimahumallah. (Nailul Ma’aarib fii Tahdziib Syarhi Umdah At-Thalib, Abdullah bin Abdurrahman Al-Bassam : 1/376).

MENYEMPURNAKAN SHALAT DI BELAKANG IMAM MUKIM

Telah dijelaskan bahwa seorang musafir disyariatkan mengqashar shalatnya selama dalam perjalanan. Akan tetapi hal ini berlaku jika dalam keadaan:

1. Dia mengerjakan shalat sendirian

2. Dia shalat sebagai imam

3. Dia shalat sebagai makmum di belakang imam yang juga mengqashar shalatnya

Adapun jika imamnya mukim sehingga dia menyempurnakan shalatnya, maka wajib bagi makmum musafir tersebut untuk mengikuti imamnya. Hal ini berdasarkan riwayat Musa bin Salamah bahwa ia berkata: Kami bersama Ibnu Abbas di Makkah, lalu kami bertanya: Sesungguhnya bila kami bersamamu kami shalat empat rakaat dan apabila kami kembali ke tempat kami, maka kami shalat dua rakaat. Berkata Ibnu Abbas:

“Itu adalah sunnah Abul Qasim (Rasulullah) shallallohu ‘alaihi wasallam,.

(HR. Ahmad (1/216), At-Thabarani dalam Al-Mu’jam Al-Kabir (12/202). Hadits ini dishahihkan Al-Albani dalam Al-Irwa’ (3/21, no: 571).

Diriwayatkan pula dari Abu Mijlaz bahwa ia berkata: aku bertanya kepada Ibnu Umar: Seorang musafir mendapati dua rakaat dari shalat kaum yang mukim, apakah mencukupi baginya dua rakaat tersebut atau dia shalat seperti shalat mereka (yang mukim)? Maka Ibnu Umar tertawa lalu menjawab: Shalat seperti shalatnya mereka. (Diriwayatkan Al-Baihaqi (3/157). Dishahihkan Al-Albani dalam Al-Irwa’: 3/22).

Ini merupakan mazhab empat imam, bahkan Imam Syafii menyebutkan dalam kitabnya Al-Umm kesepakatan ulama dalam hal ini. (Lihat Silsilah Ash-Shahihah Al-Albani ketika membahas hadits no: 2676)

Sumber : Tuntunan Shalat Musafir. Hal : 35-43. Oleh Al-Ustadz Abu Karimah Askari.

Url: http://salafybpp.com/5-artikel-terbaru/167-hukum-qashar-shalat-bagi-musafir.html


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s