Zakat Maal (Harta)

Bismillah,

Zakat maal (harta) adalah untuk mensucikan harta dari hal-hal yang haram (harta haram) dan menjaga harta dari haknya orang-orang fakir dan yang lainnya.8

Gbr dari gugel

Dalil

Firman Allah Ta’ala (yang artinya) : “Hai orang-orang yang beriman nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk kemudian kamu nafkahkan dari padanya padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memicingkan mata terhadapnya. Dan ketahuilah bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha terpuji.” (Al-Baqarah : 267)

Berbeda dengan zakat fitrah yang dikeluarkan adalah makanan pokok, tapi Zakat maal adalah zakat yang diambil dari harta benda yang kita miliki. Semua kekayaan kita wajib dikeluarkan zakatnya karena ada hal orang lain di sana. Tentunya dengan syarat harus mampu. Artinya masih punya bahan yang dimakan hingga esok.

Syarat-syarat yang Wajib Mengeluarkan Zakat:

1. Muslim
Karena zakat merupakan salah satu rukun Islam maka tidak diwajibkan kepada orang kafir.
Firman Allah Ta’ala (yang artinya) :
“Dan kami hadapi segala amal yang mereka kerjakan lalu kami jadikan amal itu (bagaikan) debu yang beterbangan.”
(Al-Furqon : 23)

Sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada Muadz radiyallahu ‘anhu. sewaktu mengutusnya ke negeri Yaman :
“Beritakan kepada mereka bahwa Allah telah mewajibkan atas mereka shodaqoh dari “harta mereka” yang diambil dari orang-orang kaya dari mereka dan diberikan kepada orang-orang fakir dari mereka.”
(HR. Bukhari, Kitab Zakat 3:261 no. 1395 dari hadits Ibnu Abbas ra.)

2. Merdeka
Zakat tidak diwajibkan kepada budak dan hamba sahaya karena hartanya adalah milik tuannya maka tuannyalah yang menzakatinya.

3. Dewasa (baligh)
Zakat hanya diwajibkan kepada orang dewasa tidak kepada anak-anak yang belum baligh. Akan tetapi jika anak-anak itu memiliki harta yang sudah sampai nishob dan satu tahun maka walinya atau orang yang mengurusinya wajib untuk mengeluarkan zakat dengan niat untuk mereka. Hal ini karena keumuman hadits Muadz di atas
(lihat Risalah Zakat oleh Syaikh bin Baz hal 13-14).

4. Berakal
Orang yang tidak berakal kedudukannya sama dengan anak-anak, maka walinya yang dibebani untuk membayar zakat
(lihat Risalah Zakat oleh Syaikh bin Baz hal 13-14)

Demikian syarat orang yang wajib mengeluarkan zakat harta (mal), mudah-mudahan kita diberikan kelapangan rezeki dari Allah dan tidak lupa untuk menzakatinya di jalan Allah. Dan semoga kita termasuk orang-orang yang selalu berada di jalan kebenaran dengan pemahaman para sahabat yang berpegang teguh pada Alquran dan As-Sunnah.

Sumber

One thought on “Zakat Maal (Harta)

  1. Assalamu’alaikum wr.wb…
    Bang,saya ingin bertanya…
    Haul untuk zakat maal telah ditentukan yaitu 1tahun,dan nishabnya juga ditentukan berdasarkan emas dan perak.
    yg ingin saya tanyakan,bagaimana dg harta yg dmiliki dlm jangka waktu lama seperti rumah,tanah,mobil,perhiasan dsb?apakah wajib dikeluarkan zakatnya setiap tahun?atau cukup pada tahun pertama saja?
    trima kasih, Wassalamu’alaikum wr.wb

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s