Hukum Foto dan Gambar

Bismillah,

Hidup seorang muslim di akhir zaman ini memang banyak yang menyelisihi syariat. Disadari atau pun tidak, kehidupan kita penuh dengan hal-hal yang tidak ada perintah dari syariat islam, bahkan larangan pun sering kita lakukan tanpa disadari. Entah itu karena tidak tahu, atau malah tidak mau tau padahal sudah mengetahui dalilnya.

Seperti halnya foto dan gambar makhluk bernyawa yang sering kita pajang di rumah. Padahal berdasarkan tinjauan secara syar’i, foto atau gambar atau patung atau lukisan makhluk bernyawa yang mempunyai kepala itu haram.

Mari kita lihat alasan dari tinjuan syariat, kenapa gambar dan foto diharamkan:

Sebagian orang menyangka bahwa hukum haram itu untuk patung saja seperti yang terdapat pada zaman jahiliyyah, tidak mencakup hukum gambar. Pendapat ini asing sekali karena seolah-olah ia belum pernah membaca nash-nash yang mengharamkan gambar, seperti di bawah ini:

1. Dari ‘A`isyah bahwasannya ia membeli bantal kecil yang ada gambar-gambarnya. Ketika Rasulullah melihatnya beliau berdiri di pintu tidak mau masuk. Maka ‘Aisyah mengetahui ada tanda kebencian di muka Rasulullah. Lalu ia pun berkata: “Ya Rasulullah, aku bertaubat kepada Allah dan Rasul-Nya, dosa apakah yang telah kuperbuat?” Rasulullah menjawab: “Bagaimana halnya bantal itu?” ‘Aisyah menjawab: “Saya membelinya agar engkau duduk dan bersandar di atasnya.” Kata Rasulullah: “Sesungguhnya orang-orang yang membuat gambar-gambar ini akan disiksa pada hari kiamat dan akan dikatakan kepada mereka: “Hidupkanlah gambar-gambar yang kalian buat itu!” Kemudian beliau bersabda: “Sesungguhnya rumah yang ada gambar-gambar (yang bernyawa -pent) di dalamnya tidak akan dimasuki malaikat.” (Muttafaqun ‘alaih)

2. Sabda Rasulullah pula: “Manusia yang paling pedih siksanya di hari kiamat ialah yang meniru ciptaan Allah. Sedangkan para pelukis dan penggambar adalah orang-orang yang meniru ciptaan Allah.” (Muttafaqun ‘alaih)

3. “Bahwasannya Nabi ketika melihat gambar-gambar di rumah, beliau tidak mau masuk sebelum gambar itu dihapus.” (HR. Al-Bukhariy)

Adapun hal-hal yang harus dilakukan untuk menghindari benda-benda yang ada gambarnya adalah dengan tidak membelinya atau kalau terpaksa maka harus dihapus atau dirusak gambar-gambar tersebut. Adapun uang yang ada gambarnya maka tidak mengapa kita menggunakannya karena darurat, bahkan boleh dibawa dalam shalat (dimasukkan ke saku) karena gambarnya sedikit dan tampak kecil serta kita tidak mengagungkannya. (Lihat Al-Qaulul Mubiin fii Akhthaa`il Mushalliin).

Masih banyak dalil yang menjelaskan tentang tidak bolehnya menggambar dan memasang gambar ataupun foto. Hal-hal di atas hanya sedikit saja yang bisa kami sampaikan. Insya Allah pada tulisan yang akan datang, saya akan tunjukkan alasan kenapa patung dan gambar dilarang di dalam islam.

Wallahu A’lam.

Sumber

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s